RITMIK

  Kembali pada jarak yang tepat. Sesekali menjauh, mendekat.
Media yang sederhana seperti yang digunakan orang lain pada umumnya.
Perjalanan beserta rangkaian peristiwanya hampir tidak pernah berjauhan, hanya saja ada yang selalu tersembunyi. Jika memang benar berputar pada porosnya. maka benar bahwa kita akan segera berhenti dan memutarnya kembali. Akan selalu berputar, bertahan, kemudian kembali berhenti, lalu berputar lagi dan sampai pada akhirnya akan hilang kendali.
  Tidak selalu di tempat yang sama. Apakah ruang dan waktu adalah hal yang nyata? Setidaknya benar bahwa kita terus tumbuh, terus berubah, terus mencari, dan terus mencoba untuk memahami mengapa kita harus memutarnya lagi setelah sebelumnya pernah berhenti.
  Apa yang saya alami bahwa sekecil apapun tindakan dari yang kita kehendaki dapat menjadi sebuah pemicu timbulnya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di dalam diri. Jawaban-jawaban itu bisa saja dan sangat mungkin berhubungan dengan apa yang telah kita lakukan. Baik dengan sengaja mencari dan menarik diri untuk kembali bertanya pada diri sendiri atau mungkin tidak sengaja bertemu dengan jawaban-jawaban itu sendiri.
  Eksperimen, spekulasi, atau segala macam percobaan dengan berbagai metode yang entah disengaja atau tidak benar-benar memiliki dampak. Dapat melalui tanda-tanda tertentu yang kita rasakan di waktu-waktu tertentu atau secara langsung. Anehnya, bagaimana agar selalu sadar untuk beradaptasi atau paling tidak menyadari tanda-tanda yang akan datang? Baik dan buruknya jawaban-jawaban itu menjadi membingungkan. Mengingat apa yang sebenarnya telah dan akan dilakukan sangat membutuhkan kesadaran penuh.
  Larut. Sekali lagi, sengaja atau tidak sengaja dan sadar atau tidaknya apakah kita benar-benar larut kedalam situasi tertentu, atau sengaja untuk tidak sadar agar larut dalam kondisi tertentu di situasi tertentu? Kemudian pikiran yang terus berjalan dan penuh suara dikepala ini apakah sebenar-benarnya kesadaran?
  Apakah sebenar benarnya omong kosong ini dan itu adalah kosong? Tidak memiliki maksud dan tujuan tertentu? Atau hanya benar-benar sekedar omong kosong dan kekosongan yang disadari untuk tujuan tertentu yang tidak ada artinya sama sekali untuk dirimu sendiri dan orang lain ?
  Pencemooh yang berusaha bijaksana, orang-orang di kursi yang akan segera rapuh, penggila benda-benda bersifat sementara, penindas karena waktu, dan masih terlalu banyak yang menurut saya kurang bisa lebih memahami sekedar kebutuhan secukupnya. Tentu bukan juga baik, benar, buruk dan salah. Semua hal itu akan selalu memliki porsinya, mereka bebas dan berubah- ubah. Tapi ketepatan, mengerti.
  Sebaik-baiknya mengerti adalah menahan diri. Jarak dan waktu dari hasil menahan diri akan selalu memiliki jawaban ketepatan. Di waktu yang tepat dan jawaban yang tepat. Untuk memiliki jawaban yang tepat dibutuhkan kesadaran. Sebagaimana sebaik baiknya kesadaran adalah ketenangan, bertindak semestinya dan semampunya untuk memungkinkan jawaban terbaik dari pertanyaan-pertanyaan di dalam diri.
  Berputar setelah sembelumnya berhenti dan memutarnya kembali. Memahami tanda-tanda untuk kesiapan jawaban yang tepat. Entah baik, buruk, salah dan benar atau justru kosong. Ketepatan tidak dapat dihindari.



 




No comments:

Post a Comment