TERTUSUK DAN NYARIS MATI

    Tertusuk dan nyaris mati. Saya menyimpulkan keadaan ini. Keadaan dimana pisau itu menusuk tepat di titik keseimbangan, sekujur tubuhku terasa dingin. Seperti yang sedang saya alami, bangun dari tidur yang tidak pernah begitu nyaman dan tenang sebagaimana harusnya kita tidur untuk beristirahat. Mendapati hari-hari yang membosankan,dimana mendengar "kenyataan" yang mungkin memang itu kenyataannya. Dimana akhir pembicaraan disepakati oleh kata "tidak tahu" dan "terserah".
    Saya hanya selalu berusaha lebih keras terhadap diri sendiri. Sudah terlalu jauh melewati batas-batas yang saya tentukan terhadap diri sendiri. Jelas bukan keadaan yang salah, karena itu hal yang alamiah. Segala sesuatunya selalu memiliki dua sisi. Ajaibnya omong kosong sekalipun juga bersifat demikian.
    Memulai lagi untuk sedikit membagikan omong kosong atau beberapa tulisan disini.
Setidaknya ini mungkin akan sedikit membantu saya untuk memberi makna pada diri sendiri, sekaligus salah satu jalan untuk berdamai yang saya lakukan. Dua puluh tahun ini saya sudah lebih dari sekedar berkarat. Rasanya seperti tertusuk dan nyaris mati.



No comments:

Post a Comment